Friday, May 18, 2018

Unrequited Love

ervina lutfi blog

Bagiku tidak ada yang abu-abu. Jika tidak hitam, maka putih. Jika tidak terang, maka gelap. Jadi aku tidak paham ketika ia mengatakan padaku bahwa mungkin kami bisa lebih dekat, namun tidak terlalu dekat.

Suara Bonnie Raitt mengalun di kepalaku.
Don't patronize me
'Cause I can't make you love me if you don't
Seumur hidup belum pernah aku merasa sebegininya disakiti orang. Jadi hari itu aku memilih pulang.

Berhari-hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan. Aku hampir lupa sudah bertahun-tahun lewat semenjak hari itu, tapi rasanya kepalaku masih dipenuhi tanda tanya.

***

Kata orang, jika kita merasa lama menemukan pasangan hidup kita, kita sebenarnya mungkin pernah sekali atau dua kali berpapasan atau bahkan bertemu dan berinteraksi dengannya; hanya waktunya yang tidak tepat. Seseorang mungkin akan 'batal' menjadi pasanganmu jika kalian tidak bertemu di waktu yang tepat.

Menunggu dan menunggu. Namun, ketika 'waktu yang tepat' dirasa sudah datang, "kondisi" yang memungkinkan semuanya berubah.

Hmm.
Kalau untuk pergi, kenapa harus kembali?
Kalau tidak tinggal, kenapa datang lagi?
Share:

0 comments:

Post a Comment