Thursday, May 31, 2018

Sunday Dinner Forgotten


Ibu perempuan yang memaafkan. Pada apapun yang dicintainya ia memaafkan. Ibu memaafkan anaknya yang tidak bisa menjadi orang baik. Ibu memaafkan pasangannya yang kerap menyakiti. Ibu memaafkan orang-orang yang berbuat buruk dan jahat padanya.

Ibu perempuan yang mencintai segala sesuatu seperti air. Jernih, bersih, menyegarkan, dan sabar. Ia memecah batu dengan tetes-tetes yang lembut, ia membersihkan tangan-tangan yang kotor, ia membasuh dan memberikan perasaan tenang, menghilangkan dahaga. Hal-hal yang tidak kupunya semuanya. Ketika kutanya mengapa demikian, katanya karena begitulah semestinya perempuan.

Aku perempuan juga. Tapi aku tidak bisa seperti itu. Aku pendendam. Aku mengingat semua hal yang tidak menyenangkan. Aku tidak memaafkan orang-orang. Aku membenci sesuatu yang tidak kukehendaki.

Bagiku selalu perlu waktu lebih lama untuk tidak apa-apa.

Di luar sana aku tidak tahu apakah lebih banyak perempuan-perempuan setipe aku atau Ibu. Semoga seperti Ibu.

Share:

0 comments:

Post a Comment