Pikiran-pikiran Tengah Malam

by - April 02, 2017

Jogjakarta, sebulan menjelang 22 tahun.

Aku mulai tidur selepas subuh lagi akhir-akhir ini. Namun demikian, aku bisa memastikan aku baik-baik saja. Skripsiku kukerjakan, ujianku selesai dengan baik, dan aku tidak memiliki permasalahan-permasalahan atas relasiku dengan orang-orang, bahkan pada orang-orang tertentu yang kuanggap spesial.


Aku juga nggak tahu kenapa aku kembali tidur pagi tanpa alasan. Biasanya pukul satu atau dua pagi aku menyudahi pekerjaanku ---apapun, belajar pun harus sudah selesai. Apalagi membaca. Aku sudah rebahan di atas tempat tidur, mematikan lampu, dan seharusnya aku tidur. Tapi tidak. Aku nggak bisa tidur. Biasanya aku memutar lagu, melamun, atau bahkan berpikir hal-hal random yang nggak ngerti asalnya dari mana. Belakangan aku sedang menyukai beberapa instrumen yang kutemukan secara acak di SoundCloud atau telah berkali-kali kuputar sebelumnya di Spotify.

Pukul 3 pagi adalah waktu paling nyaman untuk mendengarkan An Invisible Bridge Above The Ocean. Lalu di tengah kerandoman itu aku kerap menghubungi teman-temanku, yang aku tahu sama gilanya masih terjaga jam segitu. Tetapi lebih sering mereka sudah tidur, seperti orang pada umumnya. Jika begitu biasanya Twitter adalah tempat pelarian paling sempurna. Nggak ada orang, sepi, dan kamu bisa bicara apapun.

***

Sehari sebelum aku pulang ke Jogja, dalam sebuah sesi ngopi di Kuningan City, Ullul berpesan padaku untuk jangan suka curcol. Ullul jauh lebih dewasa dariku, mungkin empat atau lima tahun, dan tentu saja dia lebih pernah merasakan fase-fase seperti yang kualami ini lebih dulu.

Bagi orang dewasa, atau setidaknya bagi Ullul, kerap bercerita ke orang lain mungkin memang tidak baik, atau mungkin kurang baik. Itu sebabnya akupun mungkin harus membiasakan untuk lebih tidak banyak bercerita. Apapun yang kurasakan, apapun yang kupikirkan, lebih baik diam dulu. Hanya saja aku tidak menyangka kediamanku ini pada akhirnya berujung pada malam-malam yang sangat panjang dan membuatku nggak bisa tidur.

Aku sedang berpikir sesuatu, tetapi aku tidak tahu bagaimana mengeluarkan isi pikiranku. Setidaknya satu per satu.

You May Also Like

0 comments