Selesai dengan Cara Dewasa

by - March 28, 2017


Sebenarnya saya nggak ngerti kenapa akhirnya saya memilih menulis di blog ini, alih-alih merampungkan Bab 1 yang dideadline minggu depan. Mungkin karena saya sudah terlanjur penat menjelang pukul 1 dini hari. Mungkin juga saya terlalu menjiwai film La La Land yang akhirnya ditonton (lagi). Mungkin sebentar lagi frekuensi saya menonton film itu menyamai A Crazy Little Thing Called Love. Mungkin juga karena saya kebanyakan dengerin Goodbye-nya Air Supply, di sela-sela lagunya Bin Idris dan Heartless Bastards. Dan saya sebenarnya bingung kenapa saya menggunakan kata 'saya' di post ini.

Saya menamainya penyelesaian yang dewasa. Saya senang karena kini semuanya selesai setelah saya (kita?) dewasa. Mungkin saya memang harus fokus untuk membangun karier demi value pada diri saya sendiri yang harus kuat seperti yang tadi saya diskusikan bersama dua teman saya sambil makan-makan selo di Flamboyan. Mungkin juga saya harus merampungkan skripsi terlebih dahulu karena tanpa rampungnya skripsi ini, karier dan semua cita-cita itu akan sulit sekali dikonkretkan. Wkwk.

Saya senang kita telah berjalan jauh sekali sampai di titik ini. Saya senang pernah dikenalkan dengan sesuatu yang menjadi titik balik dalam hidup saya. Saya senang dinasihati tentang kejujuran, tentang value dari sebuah integritas, tentang menjadi orang baik, dan tentang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Saya senang pernah berbagi cita-cita dan bertukar cerita mengenai rencana-rencana. Meski pada akhirnya apa yang saya dan mungkin kita semua jalani sangat-sangat jauh dari apa yang pernah kita idam-idamkan dulu. Hahaha.

Saya bersyukur sekali ada di titik ini dan mungkin saya harus benar-benar menyelesaikan skripsi dan masa belajar saya di psikologi. Sebab bagaimanapun, ini adalah bagian dari cita-cita saya. Ini adalah apa yang saya perjuangkan siang-malam empat tahun lalu, ini adalah doa-doa yang saya lontarkan, yang Ibu dan Bapak harapkan, dan saya pasti akan menyelesaikannya tepat waktu, sesuai rencana. Semoga Tuhan sekali lagi berkenan menyetujui proposal saya untuk hal ini.

***

Akhirnya cerita-cerita kita selesai tepat pada waktunya. Dan selama masa ini, saya bersyukur memiliki 'kompetitor' yang selalu membuat saya ingin menjadi lebih dan lebih, yang selalu berhasil membuat saya tidak puas dengan apa yang saya dapatkan, yang memaksa saya belajar hal baru dan menguasai sesuatu yang tidak saya ketahui sama sekali.

Terima kasih untuk semuanya. Hari ini saya yakinkan pada semesta semuanya sudah selesai dengan sangat baik dan dewasa. Ada hal lain yang harus segera kita lakukan masing-masing. Nanti, jika semesta mempertemukan kita lagi, aku yakin semuanya akan jauh lebih baik daripada hari ini. Sebab kita sudah terbiasa untuk selalu memperbaiki diri dan membuat semuanya jadi lebih baik dan lebih baik lagi.

You May Also Like

1 comments