#Merangkum2016: Bagian Dua

by - January 01, 2017


Hei! Selamat tahun baru yah!

Ini post pertama di tahun 2017. Nggak nyangka sih ternyata udah 8 tahun jadi blogger. Pertama Ervina ngeblog Januari 2009. Dulu masih pakai ervinalutfi.blogspot.com. Isinya sih tetep tjoerhat galau apalagi itu jaman SMP yah. Huhu. Sampai SMA masih bertahan di sana, hingga akhirnya masuk Balairung dan nggak shanggup dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebagai akibat dari blog tersebut. 😓

Singkat cerita blog tersebut tutup. Lalu pindah ke WordPress karena konon lebih kekinian. Setelah beberapa saat ngeblog dengan WordPress, akhirnya pakai top level domain. Dulu namanya ervina-lutfi.com karena domain ervinalutfi.com udah diambil orang. Itu actually aku sendiri sih yang beli tapi nggak bisa nyettingnya trus give up, beli lagi. Wkakaka. 😂😂

Pulang KKN kemarin domain itu expired dan jadilah beli baru yang sekarang ini. Makanya meski postnya sejak 2014 tapi waktu dicek sama Bang Juli, sang pengontak blogger buat backlink, belum keindex karena emang domainnya belum ada setahun. Kedua, karena emang nggak diapa-apain isinya, nggak dioptimisasi ataupun diotak-atik SEO-nya. Hiks. Tapi meski demikian kalo kalian ngetik Kofera Technology blog ini muncul di Google Search Engine sih. Wkaka. 😅

***

Post ini adalah bagian kedua dari #Merangkum2016. Actually aku nulisnya bareng sih sama bagian pertama. Cuma karena terlanjur bilang yang pertama kemarin adalah terakhir di 2016, makanya yang kedua ini aku jadwalin untuk dipublish besoknya.

Seperti biasa aku ngeblognya dari ayunan di rooftop kosan, sambil lihatin petasan dan dengerin pengajian. Barokah sekali yah. Alhamdulillah. Biar kaffah.

***

2 Mei.

SELAMAT 21 TAHUN ERVINA. YA AMPUN SUDAH 21 TAHUN. 21 TAHUN. 21 TAHUN!!!!!

Ini adalah ulang tahun tersepi sepanjang Ervina hidup. Seingetku, sejak kecil ulang tahunku selalu meriah dengan pesta ulang tahun dan tiup lilin. Memori yang paling kuingat adalah waktu umur 4 tahun. Itu buat pertama kalinya ulang tahun di rumah Pati. Ngundang teman-teman sesama bocah. Seingetku tante-tante dan omku masih ABG. Jadilah pesta ulang tahun itu meriah banget karena di-EO-in sama anak-anak gaul (pada jamannya). Ada tiup lilin, meletusin balon, nyanyi-nyanyi, kado. Pokoknya semuanya ada.

Termengesankan nomor dua adalah ulang tahun ke-17. Waktu itu 2 Mei adalah ulang tahun banyak orang. Aku, Malik, Wira, Bu Mulida, Kota Semarang, Diknas, Ki Hadjar Dewantara, dll. Wkwk. Pokoknya di SMA ulang tahun selalu meriah dan yang termeriah adalah 17 tahun karena tahun itu semua orang mengadakan pesta.

Yang paling diingat adalah ban motor kempes, jok motor disiram sereal yang mirip muntahan kering, dan kunci kamar hilang. Udah nyangka ini dikerjain tapi nggak nyangkanya mereka ngerjainnya niat banget. Padahal Wira nggak diapa-apain dan Malik cuma diceburin ke Kolam KB depan SMANSA. Waktu itu udah tinggal di Kertanegara V. Nggak tahu gimana ceritanya mereka kerjasama sama Pak Edi yang jagain kost. Kamar dibikin berantakan, dihias balon-balon sampai langit-langit dan ditempelin poster artis-artis dari Majalah Gaul. Kalian yang seumuran sama Ervina pasti tau lah ya itu majalah kayak apa.

Sebagai ganti kue ulang tahun, Okta bawain nasi kuning dan tahu. Mereka paham banget gimana bencinya aku sama makanan itu. Wkwk. Lalu tiup lilin-mati-lampu sambil baper-baper mewek terharu. Wkwk. Mereka semua balik kecuali Singkek yang ditahan karena motor Ervina masih di sekolah dan harus mastiin bisa balik sebelum malem.

Masih inget banget sore itu nyari tukang tambal ban sekitar SMANSA karena motor kempes. Singkek sih lebih tepatnya yang direpotin. Muter-muter dari Sriwijaya sampe Mugas nyari tukang cuci motor yang masih buka. Akhirnya mentok minta Singkek yang nyuciin, nggak mau tau. Hari itu Singkek jadi sahabat Ervina banget lah pokoknya.

Ulang tahun 21 tahun dan flashback ke masa SMA. Haft. Rasanya mau nangis karena sekarang bener-bener nggak punya temen yang kayak Singkek di Jogja. 😂

***

Post spesial ulang tahun.

"Setelah membunuh Singa Nemea, tugas kedua yang diberikan pada Herakles oleh Euristheus adalah membunuh Hydra. Setelah tiba di sarang Hydra, yakni rawa-rawa dekat danau Lerna, Herakles menutupi mulut dan hidungnya dengan kain untuk melindungi dari asap beracun. Herakles memanah sarang Hydra dengan panah api. Herakles lalu menghadapai Hydra dengan bersenjatakan sabit, sebilah pedang atau sebuah pemukul. Namun setiap kali Herakles memotong salah satu kepala Hydra, dua kepala lainnya akan tumbuh lagi. Herakles lalu menyadari bahwa Hydra memiliki satu kepala yang abadi.
Herakles tahu bahwa dia tak akan bisa mengalahkan Hydra sendirian, maka dia pun meminta bantuan pada keponakannya, Iolaos. Iolaos mendapatkan ide (kemungkinan dari dewi Athena) bahwa mereka harus menggunakan obor untuk membakar leher Hydra yang baru saja terpotong. Dengan cara tersebut kepala Hydra tidak tumbuh lagi."

Aku menyukai cerita-cerita mitologi Yunani dan Hydra adalah tokoh favoritku. Aku selalu ingin menjadi Hydra ---yang ditebas kepalanya akan tumbuh kembali, yang darah dan napasnya mengandung racun, yang dianggap sebagai tokoh jahat namun ia hebat dengan jalannya sendiri, yang bahkan Herakles nggak bisa mengalahkannya seorang diri. Terakhir, nama Hydra diabadikan sebagai rasi bintang paling besar di dunia. Sampai sekarang.

***

Masih Mei.

Aku banyak quality time dan berbicara serius dengan Inur. Kata orang, cuma orang-orang tertentu yang obrolannya bisa nyambung dengan Inur, tapi menurutku Inur adalah teman yang baik. Wkwk. Sorry yah Ega kalau misalnya baca. Ervina dan Inur cuma teman baik dan tak ada sedikitpun niat untuk merebut Inur darimu. WKAKAKA.

Inur mengetahui hampir semua hal dalam pikiranku karena aku cerita. Wkwk. Meski beberapa responsnya sama sekali nggak solutif, tapi setidaknya itu menghibur. Inur mengingatkanku pada Bakuh yang setelah di Jakarta jadi nggak pernah kontakan. Ngomong sama dia kayak ngomong sama tembok. Tapi sepertinya Ervina memang butuh "tembok" kayak gitu biar bisa monolog. Because sometimes kamu bakal bosen diketahui sebagai anak psikologi dan kamu dianggap mau mendengarkan apapun. Apapun.

***

Inur banyak kuceritain perihal anak ITB dan sepertinya hampir semua saran-saran dia relevan pada akhirnya.

"Nur, tau nggak sih, blablabla. Menurutmu gimana?"
"Menurutku kamu perlu melakukan satu hal."
"Apa?"
"Ra sah terlalu dipikir." (Nggak usah terlalu dipikir.)
"..."

***

Masih Mei.

Di bagian satu aku sudah menuliskan bahwa kuliah 3 SKS dengan Mas Fuad banyak mengubah perspektifku. Lalu tiba-tiba aku berpikir untuk cuti kuliah.

***

Mei akhir.

Aku sudah lama nggak merasakan jemput orang di bandara. Paling sering aku jemput orang di stasiun kereta. Ke bandara pernah sih, sekali atau dua kali jemput orang. Tapi nggak kayak sekarang ini. Aku berasa jemput jodoh saking lamanya aku nunggu.

"Hi, Mas Yohan ya?"
"Ervina?"
"Iya, Mas. Welcome to Jogja! I'm Ervina and I will be your guide during Startup Weekend."

Tiga hari bersama Yohan dan panitia Startup Weekend lagi-lagi mengacaukan pikiranku soal kuliah dan perjalanan yang aku ambil sekarang ini. Di satu sisi, aku seneng sih kuliahku udah mau selesai dan akhirnya aku resmi jadi S.Psi. Tapi di sisi lain sumpah aku bingung habis lulus trus ngapain?

Apakah mau nikah? Sama siapa?
Apakah mau S2? S2 apa? Di mana? Yakin siap S2? HAHAHA.
Apakah mau kerja kantoran? Sumpah nggak mau jadi pegawai bank.
Kerja HR? Yakin mau ngurus officer? Nggak inget pengalaman ngurus mereka 2 hari Career Days repotnya kayak apa?
Kerja di startup? Kerjanya gimana? Aku ngapain? Jadi apa? Gimana caranya?

Dan sederet pertanyaan-pertanyaan absurd lainnya.

Di satu sisi persiapanku mau KKN udah hampir selesai. Itu artinya akan KKN sebentar lagi dan itu akan sangat menguras pikiranku sekali. Mitosnya KKN itu ribet, kacau, chaos, dsb.

***

Masih Mei akhir.

Yohan orang Bandung, eh bukan, dia orang Soroako, tapi tinggal di Bandung. Di sela-sela Startup Weekend, dia sempat cerita-cerita mengenai coworking space miliknya dan kapan-kapan katanya aku harus main ke sana.

***

Post soal Startup Weekend.

"Nah, justru itu. Menurut saya, kuliah itu model belajar yg dirancangkan orang lain, ia jadi semacam feed. Sementara kalau yang namanya passion, tanpa dikasih feed pun, saya pasti akan mempelajari dengan sendiri. Lalu untuk apa kuliah? Saya justru perlu belajar banyak hal yang yaa saya suka ada di sana, tapi nggak sebesar kesukaan saya pada passion saya di IT, makanya saya butuh feed. Saya tidak mendapat knowledge yang mendalam tentang IT di kelas kok. Justru dari hal-hal di luar kelas lah yang membuat saya semakin 'kaya' akan insight. Jadi salah jurusan itu tidak ada. Orang memang harus salah jurusan untuk belajar lebih banyak hal, menguasai lebih dari satu jenis expertise, dan itu nilai tambah kan?"

Dari sekian panjang obrolan kita, aku menyimpulkan bahwa sebaiknya aku jalan-jalan sepulang KKN. Aku bener-bener harus cuti agar aku bisa mendapatkan perspektif yang lebih luas lagi. Lagipula, Jogja sudah sangat "nyaman" dan itu nggak sehat untuk orang yang mengalami life quarter crisis kayak aku. Paling tidak aku harus pergi dari Jogja ---entah ke mana.

Fix. Akademikku nggak terselamatkan. Nggak bisa jadi mapres. Wakakakak. 😂

***

Juni.

Pertama kali ke Jakarta naik kereta ekonomi. Ini epic sih. Apalagi diwarnai adegan lari-larian ngejar kereta di peron. Ngerasain lagi sensasi naik angkot dan KRL di Jakarta. Dari Pengadegan, ke Kuningan, ke Cipete. Ketemu Kak Rifa lagi di PIM akhirnya setelah kali terakhir di Jogja waktu dia wisuda. Ketemu pacarnya Kak Rifa yang anak ITB setelah berbulan-bulan cuma kenal di cerita.

"Hati-hati sama anak ITB."
"Udah tau."
"Mereka suka PHP."
"Udah tau."
"Mereka suka sombong dan arogan."
"Udah tau."

***

Masih Juni.

Selalu tepar waktu balik ke hotel. Bawaannya langsung tidur.

Puasa hari pertama hampir kayak nggak ada feel puasanya. Sahur pake Go-Food di Kemang. Seharian di jalanan. Dari Kemang ke Palmerah ke Kemang lagi, ke Senen. Haft. Jakarta sangat nggak nyaman dan aku mengutuki orang-orang yang mau tinggal di Jakarta. KOK BISA GITU YAH?

***

Masih Juni.

Pindah. Aku nggak suka pindah. Pindah dalam hal apapun. Pindah buatku bikin capek. Pindah nggak cuma ngerepotin kita kudu ngemasin barang dan nata-nata lagi di tempat baru. Pindah juga bikin capek karena harus mindahin kenangan yang pernah terjadi selama kita tinggal. Tapi hidupku memang ditakdirkan untuk selalu pindah-pindah, sepertinya.

Ini pindah terberat setelah dulu pindahan dari Semarang ke Jogja. Padahal cuma pindah dari kost di Condongcatur ke rumah di Kalasan. Wkwk.

***

Masih Juni.

Terpisah Kulon Progo-Lombok. Loh kurang jauh apa? Terbentang samudera dan deretan pulau-pulau.

Stay safe!

***

Juli.

KKN. Cek #KKNervina di semua media sosial untuk tahun keseruannya. Wqwq. Yang jelas di mana-mana Ervina memang bisa gila. Apalagi di KKN bisa kolaborasi sama Ninin. Dapat teman-teman baru bertajuk Geng Barokah dan The Incess. Dinamai begitu sangat barokah sekali kelakuannya. Misalnya, makan mie ayam siang bolong pas bulan puasa atau puasa kalo imannya lagi bagus. Kegilaan selanjutnya adalah mereka bawa brem Bali di tengah KKN. LOL.

Yang satu namanya Incess karena kelakuan kami di pondokan kayak princess-princess syantiq yang cuma makan-tidur-boker-mandi kalo nggak males. Jangan dibayangin isinya cewek-cewek gitu yah. Jujur aja yang cewek cuma 2 orang. Sisanya cowok.

Too many conflicts during my KKN days. But it's okay. Bagiku mendewasakan sih. At least aku jadi tahu lebih banyak hal yang berbeda dari yang selama ini aku ketahui.

***

Juli akhir.

"Kita aneh tau kayak gini."
"Iya, banyak bapernya."
"Inget nggak sih kita pertama kenal kapan?"
"2012 yah?"
"Iya."
"Wah, udah lama yah? Dari yang cita-citanya dokter sampai mau jadi dosen. Dari yang pengin jadi psikolog sampai bosen kuliah psikologi. Hahaha. Time flies and everything was changing."
"Aku merasa aneh sih."
"Jadi, bagaimana? Bisa kita selesaikan sekarang?"
"Apanya?"
"Nggak tau sih. Lupain."

Bagiku nggak ada yang perlu diselesaiin, karena dimulai saja belum. Selama ini cuma teaser.

***

Agustus.

Sudah pulang KKN. Resmi jadi warga Kalasan, lebih tepatnya di Selomartani. Aku udah berusaha nyari-nyari kosan di Seturan lagi, karena aku cukup gila tiap hari PP Kalasan-Kampus. Tapi aku mentok dengan kost-kost yang kalau nggak mahal banget ya aturannya aneh-aneh. Yang paling aneh adalah kost muslimah yang tutup tiap jam 10 malem. Bangke.

***

Masih Agustus.

Post di LINE.

"Manusia diciptakan untuk mengalami kejadian. Sebab itu Tuhan memberinya ingatan, lengkap dengan kemampuan untuk melupakan. Agar manusia bisa mengingat setiap potongan-potongan peristiwa dan sekaligus melupakan pada hal yang tak ingin diingat sama sekali. Nasib adalah tentang hidup yang kita tidak tahu bagaimana ujung dan pangkalnya. Hanya tentang orang-orang yang pernah datang untuk kemudian datang lagi dan pergi lagi. Maka bagiku, perpisahan adalah hal wajar. Tidak ada yang perlu disesali, apalagi disedihi. Orang memang begitu. Akan selalu datang untuk kemudian pergi dan datang lagi. Hingga sampai waktunya kita akan lupa. Atau memilih untuk ingat dengan jelas pada setiap hal yang pernah kita punya. Ya. Ya. Ini kita. Aku. Kamu."

Tak lama kemudian ada post panjang seperti jawaban di Instagram.

Blocked. Unblocked. Gembok akun.

***

Agustus.

Ega wisuda! Akhirnya S.IP ya sis! Selamat. Ikut bahagia dengan kelulusan Ega. Seperti biasa ke Fisipol untuk datang acara wisudaan.

Dapat telepon dari Jakarta.

"Ini Ervina ya? Yang ngelamar internship di Kofera? Saya Bachtiar dari Kofera."
"Apa? Kofera?"

Mikir beberapa detik. Kofera itu apa yawlahh. Kenapa aku lupa ini internship apa?! Jangan bilang kayak dulu dikerjain temen-temen buat apply di posisi kerjaan yang aneh-aneh.

***

Bersambung di bagian tiga.

You May Also Like

0 comments