Mengubah Ingatan

by - January 23, 2017


Ditulis 3 jam setelah SBY baper di Twitter.

Aku sudah mendengar versi lengkap dari instrumen Nocturne karya Frederic Chopin yang dimainkan dengan apik menggunakan piano ---akhirnya. Selama ini aku cuma mendengar potongan-potongannya. Paling favorit Nocturne Op. 55 No. 1 yang dimainkan dalam nada F minor. Kedua mungkin Op. 9 No. 2 dalam E Flat Major. Tapi semuanya bagus. Entah buat yang expert atau yang awam dan buta nada kek Mba Erv.

Aku baru paham ternyata musik memang merupakan bahasa universal yang menghubungkan semua orang. Belakangan setelah membeli Chromecast, anak-anak di kantor kerap memutar musik di jam-jam rawan. Dari musiknya Young Lex sampai musiknya Rhoma Irama, semua dapat porsi. Tapi berhubung DJ utama di kantor adalah Kak Bach, maka yang paling sering diputer adalah instrumen dari Relaxdaily yang banyak ada di YouTube. Wkwk. Nah, ya, semua orang memiliki musik sejenis ini sendiri-sendiri. Kalau buatku yang paling menyenangkan adalah mendengar instrumen Chopin, dari Nocturne, Etude, hingga Ballade. Hampir semua piece enak untuk didengerin, apalagi di waktu-waktu seperti ini.

***

"Ingatan ---yang senang kita anggap sebagai sesuatu yang ajeg dan pasti, sesungguhnya terus-menerus dibentuk, dipengaruhi, dilupakan, dan disepakati bersama."

Aku membaca ulang sebuah quote yang lupa diambil dari mana. Yang jelas tulisan itu tertera di buku catatanku. Aku suka begitu; mengambil potongan-potongan random dari sebuah tulisan, lagu, atau apapun, kucatat agar ingat, dan suatu hari nanti aku berpikir ulang mengapa aku berpikir aku akan menyukainya ---pada saat aku menulis catatan itu.

Entah kenapa aku sedang ingin sekali mengingat tentang ingatan. Dan pada waktu di mana aku mengingat-ingat ingatanku sendiri, aku berpikir quote itu bagus ---sangat relevan dengan apa yang kurasakan sekarang. Aku mungkin berpikir ingatan akan membawaku pada satu peristiwa tertentu yang kemudian membekas pada memori dan menjadi penanda bahwa aku pernah mengalami sebuah kejadian. Aku berpikir, dengan ingatan aku mampu merekam semuanya. Tapi apa daya. Ingatan nyatanya memang tak seajeg itu ---ia berubah. Dan tak butuh waktu lama untuk seseorang mengubah ingatannya dan ingatan-ingatan orang lain seperti yang telah disepakati.

***

Aku mungkin salah satu manusia yang kerap berpikir aku akan terjebak dalam satu waktu di mana semua hal konstan pada satu peristiwa ketika aku anggap itu cukup menyenangkan; padahal tidak. Lebih tepatnya tidak bisa. Peristiwa terjadi terus-menerus tanpa aku bisa berbuat apapun untuk mencegahnya, atau menahannya jika aku ingin terus-menerus ada di sana. Peristiwa adalah sesuatu yang berubah dari waktu ke waktu. Dan seiring dengan perubahan-perubahan itu, ingatan terbentuk.




Photo Source

You May Also Like

0 comments