Hari-Hari Internship

by - December 24, 2016


Hari ke-86

"Sudah berapa lama?"
"Sudah lama sih, Dok, tapi gejalanya muncul tenggelam gitu. Awalnya demam biasa, saya udah kasih paracetamol. Trus kayaknya sendi saya tegang atau posisi tidur saya salah, jadinya saya sakit kepala dan tulang belakang. Beberapa waktu lalu sempat mual juga, sakit perut, tapi sepertinya itu efek mens. Nah ini baru kemarin saya demam lagi."
"Sembelit nggak?"
"Engga?"
"Diare?"
"Engga juga.."
"Buang air kecil lancar?"
"Lancar.."
"Ada kendala di nafsu makan?"
"Biasa sih.."
"Berarti kamu ngga sakit."
"Jadi saya kena psikosomatisasi?"
"Kok kamu tahu psikosomatisasi segala?"
"Kan saya anak psikologi, Dok. Hehe."

Lalu sore itu saya cuma bersedekah ke salah satu dokter di Premiere. Sebenarnya dokter itu menyarankan saya untuk menemui psikolog. Tetapi itu artinya bersedekah sekali lagi ke psikolog. Dan sebagai mahasiswa psikologi semester tujuh, saya nggak percaya sama psikolog. Saya pasti bisa mengatasi ini sendiri! 💪😠

***

"Kamu kepikiran kali."
"Kepikiran apa?"
"Yang belum selesai?"
"Apanya?"
"Itu.."
"Kayanya enggak deh. Itu lebay sih. Hehehehe." Ketawanya udah miris. Apalagi kalo inget chat terakhir yang nggak diread. Iyah, nggak diread. Hehehehe.

***

Hari ke-88

MEREKA SUDAH TAHU BLOG INI. HAHAH.

Well tenan. Aku lupa udah nulis apa aja. Tapi yang jelas aku kayanya nggak ngata-ngatain anak ITB sih. Wkwk.

Jadi ini sebenernya tinggal nunggu Ervinanya agak selo untuk ngeadd semua akun social media mereka sih.

***

Hari ke-89

"Anak-anak di sini punya kepribadian ganda tau nggak sih. Mereka punya sisi lain yang disembunyiin kalo lagi di kantor."
"Ah itu curhatan lo aja."
"Tapi tapi tapi... ini seriuz."

Yaudah kita unfriend. Baperan sih sekarang karena kebanyakan gaul sama Kokoh.

***

Hari ke-90 pagi hari.

Wah sudah tiga bulan berarti. Ada satu anak kantor lagi di Instagramku sekarang selain Kak Ullul. Anak software engineer juga dan kayaknya mereka satu geng gossip, namanya Iwan. Iwan relatif lebih aktif di Instagram Story kayanya dan dia juga lebih banyak punya foto selfie.

Oh, satu lagi. Sebenernya karena keseringan ngerandom sama Kokoh, Ervina juga udah tahu Instagram dia, tapi ntaran aja deh ya. Hidupnya Kokoh kayaknya terlalu random buat dikepo efek insiden sandal jepit kemarin. Wkwk.

Pagi ini Ervina bangun pagi sekali karena harus memesan Uber untuk Mbak Intan yang mau ke Tangerang pagi buta. Takut nggak bisa bangun, untung kebelet pipis, jadi bisa bangun jam 4 pagi. Habis subuh seperti biasa meditasi dulu di rooftop trus balik lagi ke kamar. Berniat bikin sarapan pagi-pagi, alhasil terlalu mager.

Sampai sekitar pukul 10 pagi. Mandi dan mbabu. Lalu bikin sarapan. Enggak tau sih kepikiran apa, tapi jam segitu Ervina kesiram susu yang dibikinnya sendiri. Bego sih. Terlalu banyak hal bego dalam hidup Ervina. Haft.

***

Hari ke-90 sore hari.

Sudah empat jam lebih di Crematology. Tempo hari ke sini meet up dengan teman. Sekarang sendirian. Dikejar deadline tulisan yang harus diselesaiiin besok pagi. Tapi Ervina sangat butuh jalan-jalan.

***

"Kok ya akhir tahun di Semarang sih?"
"Januari awal bilangin.."
"Tahun baru yak?"
"Er, di Dago teh macet parah kalo tahun baru. Kita nggak gerak, jadi cuma capek doang."
"Lah terus kapan? Keburu balik ke Jogja nih."
"Minggu depannya lagi aja."
"Serius yah?"
"Serius."
"Oke gw beli tiket. Sampe lu ada kerjaan atau acara kampus, gw bunuh!"
"Iyaaa."

***

Hari ke-90, masih sore hari.

Crematology makin rame. Tapi di luar langitnya masih terang, berarti ini belum malam. Ervina rencana baliknya malem hari. Mau ke Menteng dulu sebelum balik ke Tebet.

Bekas pesanan di meja udah diberesin. Itu sih kode ngusir yang Ervina udah sangat paham. Tapi karena muka badak yang kebiasa numpang kerja di tempat-tempat kayak gini sejak di Jogja jadinya ya.... biyasa aja hehehehehehehe.

Oh ya, belum kepikiran ending intern ini bakal kayak gimana.



Photo Source.

You May Also Like

0 comments